Retribusi Listrik Dikeluhkan Masyarakat, Begini Penjelasan PLN

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Belakangan ini, sebagian masyarakat mengeluhkan kenaikan tagihan listrik.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin bukan karena tagihan listrik pengguna yang membengkak. — -Communication dan Wakil Presiden Eksekutif CSR PLN I Made Suprateka mengatakan, PLN telah menerima banyak keluhan dari pelanggan yang meyakini bahwa tagihan listrik mereka meningkat akibat kesulitan ekonomi akibat pandemi corona. Juru Bicara Kementerian Perhubungan: Regulasi belum ada perubahan dan larangan mudik masih diberlakukan-tapi dia menegaskan, saat wabah Corona, PLN punya mekanisme penghitungan tagihan listrik ke pelanggan.

Bersamaan dengan itu, karena sebagian besar kegiatan masyarakat harus dilakukan di rumah, intensitas konsumsi listrik antar keluarga meningkat. Hal ini tentunya akan berdampak pada tagihan listrik yang harus dibayar oleh pelanggan.

Fakta menjelaskan bahwa PLN telah menerapkan mekanisme penghitungan tagihan listrik berdasarkan konsumsi listrik rata-rata pelanggan dalam tiga tahun terakhir. Bulannya yaitu Desember, Januari dan Februari.

Misalnya, antara Desember 2019 hingga Februari 2020, rata-rata konsumsi listrik pelanggan adalah 50 kWh. Kemudian pada Maret 2020, akibat wabah korona dan kebijakan melakukan aktivitas keluarga, konsumsi listrik pelanggan melonjak hingga 70kWh. Sistem komputer selama tiga bulan dalam sebulan terakhir.

Namun, harap diingat bahwa 20 kWh belum dibebankan ke akun hingga Maret 2020. Kemudian transfer jumlah faktur ke akun pada April 2020. Satu bulan kemudian, PLN kembali menerapkan mekanisme bagi agen untuk mencatat meteran listrik dan laporan independen dari pelanggan terkait.

Kemudian, jika pemakaian listrik pada bulan April sebesar 90 kWh, dan sisa tagihan listrik pada bulan Maret bertambah 20 kWh, maka tagihan listrik yang masuk ke rekening Mei menjadi 110 kWh. Tidak diragukan lagi, tagihan listrik yang ditanggung pelanggan mengalami kenaikan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *