Nasabah menyatakan Kresna Life menunda pembayaran polis karena force majeure

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-PT Asurasi Jiwa Kresna (Asuransi Jiwa Kresna) menunda hidup pemegang polis Kresna Link Investa (K-LITA) dan Protecto Investa Kresna (PIK) akibat pandemi tersebut. Pemenuhan polis asuransi-Kresna Life akan melanjutkan kewajibannya pada 11 Februari 2021. -Seperti yang tercantum dalam surat pemberitahuan kepada pemegang polis pada 14 Mei 2020, Direktur Utama Kresna Life Kurniadi Sastrawinata Dikatakan bahwa terjadi peristiwa force majeure di perusahaan sehingga mengakibatkan force majeure untuk memenuhi kemampuan keuangan kewajiban polis K.-Lita dan PIK.

Nety Sutanto, salah satu customer representative Kresna Life, mengemukakan dalam pasal 18 kebijakan K-LITA bahwa memang terdapat kondisi yang luar biasa. .

“Yang jadi pertanyaan siapa yang bisa menjual aset investasi, pemegang polis? Pasar? Atau perusahaan Anda sendiri? Apakah situasi ini biasa dijadikan dasar kasus paksa? Terutama?” Kata Nety kepada Kontan.co. id pada Minggu (26/7).

Faktanya, Pasal 18 ayat 1 kebijakan K-LITA menetapkan: Dalam keadaan khusus, seperti penjualan sejumlah besar aset investasi dalam waktu singkat, kami berhak untuk menunda operasi penarikan, pengalihan dan / atau penebusan hingga Tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal pengajuan transaksi. — Nety mengatakan, Mahfud MD, pakar hukum yang juga Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, men-tweet bahwa Corona tidak bisa dijadikan basis force majeure.

Dia juga mengakui bahwa tertanggung telah menantang pengacara tentang artikel tersebut. Hal ini antara lain yang akan kami klarifikasi dengan perusahaan. Tapi, sejauh ini, kami masih membutuhkan upaya yang tak terhitung jumlahnya untuk bertemu dan mengobrol, tetapi mereka tidak diterima, “tambah Nety.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *