PT KAI membutuhkan dana talangan 3,5 triliun rupiah untuk menjaga arus kas

Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Reynas Abdila

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Indonesia akan mendapat bantuan Rp 3,5 triliun dari pemerintah sebagai bagian dari Rencana Stimulus Ekonomi Nasional (PEN). Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan dana talangan akan digunakan untuk menjaga arus kas perseroan hingga akhir 2020.

Didiek menjelaskan secara detail, dana penyelamatan digunakan untuk lima komponen, termasuk pemeliharaan sejumlah fasilitas perkeretaapian. 680 miliar rupiah, dan biaya pemeliharaan infrastruktur termasuk gedung 740 miliar rupiah. , Biaya pegawai Rp1,25 triliun, biaya bahan bakar Rp550 miliar, dan dukungan operasional lainnya Rp280 miliar.

“Sebagian besar digunakan untuk membiayai karyawan karena perusahaan tidak ada PHK atau pemotongan gaji. Didierk mengatakan dalam rapat dengar pendapat Komite Keenam DPR, cara pembayarannya”, Rabu (07 / 08/2020) .

Ini adalah pinjaman pemerintah kepada perusahaan yang suatu saat harus dilunasi. Suku bunga yang telah ditentukan, suku bunga rendah sekitar 2-3% .

Baca: PT KAI naik Untuk perjalanan kereta api reguler ke dan dari Jakarta, silakan lihat jadwal lengkap- “Kami minta pembayaran sampai 7 tahun, karena sebelumnya kami sudah menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun, dan kami akan jatuh tempo pada 2022. -Dia menjelaskan. Didik menjelaskan rencana angsuran perseroan akan dimulai pada 2022 dan berjalan hingga 2027.

KAI akan mencicil Rp 200 miliar pada 2022, lalu mencapai 100 miliar pada 2023 Rupiah 3, senilai 2024.500 milyar IDR, 750 milyar IDR 2025, 202.6 milyar IDR dan 202.7 milyar IDR untuk pembayaran kembali.ro) Tbk (8.5 triliun IDR), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (30.000 Miliar Rp), Perum Perumnas (Rp 650 miliar) dan PTPN (Rp 4 triliun).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *