Pemerintah membantu membayar pendapatan bunga berdasarkan jumlah tersebut

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menyediakan pelanggan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan perusahaan mikro dengan subsidi bunga kredit 2% hingga 6% selama enam bulan. Pelanggan -Micro dipengaruhi oleh wabah. Covid-19 .

Sri Mulyani mengungkapkan hal ini saat konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa untuk pelanggan keuangan mikro atau keuangan mikro, jumlah pinjaman kurang dari Rp. 500 juta, menerima subsidi bunga pinjaman 6% dalam tiga bulan pertama mulai dari April 2020. Selain itu, tiga bulan berikutnya menerima subsidi bunga pinjaman 3%.

Total batas pinjaman mencapai 500 juta rupiah dan 28,3 juta debitur.

“Seorang peminjam mikro kecil yang batas kreditnya kurang dari Rp 500 juta, dipinjam dari BPR atau bank, atau jumlah pembiayaannya kurang dari Rp 500 juta, yang setara dengan pembayaran pertama pinjaman korporasi Tiga bulan pembiayaan bunga pemerintah adalah 6 persen, dan dalam tiga bulan ke depan, pemerintah akan menanggung tingkat bunga 3 persen, ‚ÄĚkata Muriani di Presiden Istana Merdeka Jakarta Yoko Widodo Mengatakan setelah rapat terbatas diketuai. Pemerintah akan membayar bunga pinjaman sebesar 3% dalam tiga bulan pertama dan 2% dalam tiga bulan ke depan.

“Bank dapat menyediakan enam bulan penangguhan restrukturisasi pokok, dan kemudian debitur bisa mendapatkan bunga bersubsidi. Dari pemerintah.” -Untuk pelanggan bisnis kecil, Qunying, Kredit Komersial (KUR), batas pinjaman adalah 5 juta hingga 10 juta Untuk rupiah Indonesia atau di bawahnya, pemerintah akan memberikan subsidi suku bunga 6% lebih tinggi dalam waktu enam bulan. – Batas atas untuk pelanggan ultra-mikro adalah antara Rp5 juta dan Rp10 juta, termasuk paket UMi, pelanggan paket Mekaaar dan pelanggan mikro PT Pegadaian Persero.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *