Pebisnis kuliner awam baru belajar bagaimana menggunakan solusi digital

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-mengantarkan era baru “normal baru” dalam pandemi ini, mengajak semua sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk siap bergerak maju. perhatian. Strategi adaptasi, baik kebersihan produk maupun inovasi metode penjualan.

Baca: Usaha Mikro Perlu Sesuaikan Bisnisnya dengan Tantangan Era Covid

Seperti Tus Muliati (63), Meski Umurnya Sudah 6 Tahun, Wanita yang Disapa Suster Ntuy Ini Tetap Bergairah untuk memulai bisnis, meskipun dia sudah berusia 6 tahun. Pandemi Covid-19.

Para pedagang makanan di food court dekat GOR Bima Cirebon tidak menyerah karena mencoba hal baru dan terus beradaptasi agar produknya terus laris. Awalnya, dia berjualan makanan siap saji di toko.

Namun karena pandemi, pengusaha ini menjual makanan siap saji di tokonya dan memesan beras dari satu kantor ke kantor lain untuk menghindari kontaminasi yang mungkin mencemari makanan. Sejak melahirkan anak pertamanya, Entuy telah berkecimpung di industri makanan dan minuman. Mencoba berbagai macam makanan operasi, mulai dari menjual bahan makanan (bawang goreng, bumbu masak, paprika iris tipis dan sambal) hingga makanan olahan seperti mpek-mpek dan batagor.

Indikator baik buruknya Saat ini, bisnis trader sangat baik dalam mengelola operasi bisnis, termasuk perhitungan bisnis yang benar dan praktis.

Jadi, tentunya penting bagi pengusaha untuk mencatat hasil penjualannya.

Sebelum mempelajari solusi teknis Youtap, ia tidak pernah berpikir untuk menggunakan teknologi untuk mengelola bisnisnya. Sebagaimana para ibu yang biasanya hanya menggunakan telepon genggam untuk berkomunikasi lewat telepon dan chatting, mereka belum terbiasa menggunakan teknologi terkini.

Dia membutuhkan energi ekstra untuk mencoba menggunakan teknologi terbaru. Karenanya, meski sudah memiliki ponsel kelas atas dengan fungsi internet sejak 2019, ia mengaku hanya menggunakannya untuk berkomunikasi dan membaca berita. -Sampai akhirnya dia melakukannya. Teknologi ini dinamakan Youtap Indonesia dari orang tua anaknya pada awal tahun 2020.

“Awalnya saya pikir itu sulit. Tapi setelah saya tahu cara menggunakannya, itu sangat berguna untuk operasi saya. Sekarang saya tahu berapa keuntungan dan tunjangan saya.”

Baca: Selama pandemi Kisah distribusi selektif micromarketer BRI KUR

Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia, mengatakan: “Aplikasi Youtap dirancang sedemikian rupa sehingga pedagang dari berbagai usia dapat dengan mudah menggunakannya.”

“Saat ini Selain itu, transaksi pembayaran yang lebih bersih, akurat dan terkelola menjadi kenyataan baru bagi setiap pedagang. Kami berharap semakin banyak UMKM yang mengadopsi metode pengukuran digital ini. ”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *