Lima transformasi untuk sektor industri selama pandemi

Laporan wartawan Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian merumuskan lima strategi untuk mengubah sektor industri, yakni Industri 5R. — Langkah pertama adalah menangani pandemi di lingkungan bisnis, termasuk melibatkan karyawan dalam implementasi perjanjian kesehatan.

Kedua, fleksibilitas atau peningkatan bisnis untuk membuatnya bertahan. Langkah ketiga adalah kembali atau mempertimbangkan kembali kegiatan yang penting bagi setiap perusahaan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya transformasi bisnis, yaitu konsep ulang dan reformasi. Dia menyebutkan dua langkah selanjutnya.

Baca: Polusi udara dapat membahayakan industri pariwisata Indonesia

“Perusahaan perlu merestrukturisasi bisnis mereka sesuai dengan situasi baru yang mereka temui dan mereformasi model bisnis mereka untuk mengambil keuntungan dari peluang.” Argus Jumat (2020/7/2020) Mengatakan. — Mempertimbangkan peluang bisnis baru saat menggambar peta, dan mengadopsi teknologi terbaru untuk mengadopsi metode kerja baru untuk meningkatkan produktivitas.

Baca: Webinar 3 hari ini akan menganalisa roadmap “Revitalisasi Indonesia 4.0” untuk merevitalisasi industri manufaktur industri.

Melalui cara tersebut, Kementerian Perindustrian optimistis sektor industri mampu bertransformasi menjadi Era Industri 4.0 atau mendapat peluang untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di bawah pengaruh pandemi. Pasca pandemi, manufaktur diharapkan menjadi salah satu pendorong transformasi ekonomi. Kata Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi. Argus mengatakan: “Dalam dunia industri, dari perspektif manajemen, peningkatan kapasitas, pengujian dan pemantauan kualitas, dan ketertelusuran sistem logistik, termasuk otomatisasi dan rencana itu sendiri dapat dioperasikan, kebutuhan digitalisasi mutlak diperlukan.” Penerapan roadmap tersebut akan berdampak langsung pada revitalisasi industri manufaktur, dan kontribusi ekspor neto diharapkan meningkat hingga 10% dari produk domestik bruto (PDB). Pada awal pelaksanaannya, implementasi rencana Manufaktur Indonesia 4.0 mengidentifikasi lima bidang prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, kimia, dan elektronik. Menteri Perindustrian menjelaskan: “Permintaan di industri farmasi dan alat kesehatan telah meningkat secara signifikan, terutama selama pandemi Covid-19. Ini adalah fokus baru untuk mempertimbangkan kedua sektor tersebut dalam roadmap.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *