PIP melatih pemain mikro komersial untuk menguasai teknologi digital

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah memengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk pelaku usaha mikro, dan pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk memastikan Keberlanjutan kehidupan sosial ekonomi-salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan literasi digital kepada pengusaha mikro agar dapat memasuki pasar yang lebih luas.

Pusat Investasi Pemerintah Administrasi Negara Keuangan Kementerian Keuangan Memberikan Pengetahuan Digital kepada Usaha Mikro-Pengusaha:

Baca: Kepala BKPM: Sebagian besar pengajuan Izin Usaha UMKM Meningkat 80% -Baca: Membantu UMKM Pemerintah mengajak masyarakat untuk menggunakan produk buatan Indonesia-ini solusi bagi perusahaan dari bisnis tradisional hingga digital yang semestinya membantu pelaku bisnis mikro menjangkau pembeli yang belum tereksploitasi. ors (UMi) dapat menarik pembeli potensial yang tidak bisa langsung masuk ke tempat usahanya dan memperluas pasar.

Namun, para pelaku bisnis ini menghadapi banyak kendala saat beralih ke produk pemasaran digital.

“Namun, minimnya pengetahuan dalam menggunakan media sosial untuk memaksimalkan potensi, termasuk berpartisipasi dalam fotografi produk, menulis subtitle yang menarik rasa penasaran pembeli, dan memperluas pengaruh calon pembeli.” Kamis (17/9/2020). ) Kata dalam pernyataan resmi.

Oleh karena itu, PIP merupakan badan layanan publik yang mengalokasikan dana, dan UMi mencari solusi atas kendala yang dihadapi pengusaha mikro memasuki dunia digital.

“Kami yakin dengan mengubah arah penjualan di dunia digital, kami dapat menyesuaikan dengan kebiasaan pemberitaan UMKM Indonesia. Ini yang menjadi fokus PIP, karena jika usaha mikro tidak bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini, target distribusinya dan Ririn mengatakan:“ Ultra Micro Finance Penerbitan akan terhalang.

Menurutnya, PIP wajib meningkatkan kapabilitas debitur UMi melalui pelatihan. Tujuan pemerintah adalah meningkatkan kualitas bank. pelaku usaha micr.

Dengan cara ini, mereka dapat memasuki program pemerintah dengan mengalokasikan pinjaman kepada usaha mikro, termasuk bantuan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas debitur. Pemerintah sadar, kendala pembangunan yang dilakukan debitur UMI akan menambah jumlah orang yang jatuh ke garis kemiskinan. Kemudian, biarkan kelompok kembali ke masyarakat yang mengandalkan bantuan sosial (bansos), ”pungkas Ririn.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *