Pertanyaan Bank Nasional dan Komisi Sebelas Bangsa Bukoping mengatakan ada antek asing di FSA

Reporter Yanuar Riezqi Yovanda dari Tribunnews.com melaporkan bahwa rencana peningkatan modal untuk TRIBUNNEWS.COM-PT bank Bukopin Tbk (BBKP) di Jakarta berlanjut. Pemegang Saham (RUPS) mendiskusikan bagian dari rencana penambahan modal untuk menerbitkan saham atau hak baru.

Hampir dapat dipastikan bahwa menurut informasi yang diberikan oleh manajemen Bank Bukopin dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 22% pemegang saham perusahaan KB Kookmin Bank akan menjadi pembeli paralel.

Pada saat yang sama, ia akan menjadi pemegang saham utama tunggal (PSPT) untuk menggantikan PT Bosowa Corporindo.

Tapi dia dikritik oleh Komisaris XI Kamrussamad (DPR) RI. : Bank BRI menyangkal masalah mengakuisisi Bank Bukopin, yang jelas merupakan pembacaan fakta: BRI siap membantu likuiditas Bank Bukopin, tetapi tidak melalui akuisisi-Membaca: Mengizinkan mayoritas saham Bukopin untuk diakuisisi oleh Kuomintang telah diserahkan ke Indonesia Dan badan pengawas Korea memberikan kewarganegaraan – Kamrussamad mengatakan bahwa peran Administrasi Layanan Keuangan (OJK) sebagai pemegang badan tersebut harus konsisten dengan peraturan pelaksanaan yang dikeluarkan terhadap KMT. Dia mengatakan: “Faktanya justru sebaliknya. KMT dapat menyesuaikan FSA sesuai dengan seleranya.” Hal itu dikonfirmasi hari ini, Rabu (17/6/2020). Menurutnya, berbagai kebijakan Kuomintang menyebutkan ketidakpatuhan Kuomintang, terutama menurut surat Kuomintang tanggal 20 Mei 2020. Kuomintang berakhir dengan kegagalan, tetapi Kuomintang masih menawarkan kemungkinan kepadanya. Menurut hasil konferensi video pada 6 Juni 2020, Kuomintang gagal untuk kedua kalinya, tetapi OJK masih toleran, “kata Kamrussamad.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *