Pemerintah mengeluarkan ORI07 selama pandemi Covid-19, dan itulah sebabnya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini resmi menerbitkan obligasi pemerintah ritel seri ORI017 (

). Jangka waktu penawaran obligasi dimulai dari Senin (15/6) hingga 9 Juli 2020 dengan tingkat kupon 6,40% per tahun.

Suku bunga kupon adalah suku bunga tetap hingga tanggal jatuh tempo hingga 15 Juli 2023. Harga minimum order ORI017 Rp 1 juta dan paling tinggi Rp3. Miliar .

Baca: Jepang akan menerbitkan obligasi baru senilai 9 triliun yen untuk menutupi kekurangan subsidi sebesar 14,60 juta rupiah

Presiden Administrasi Negara Manajemen Sekuritas dan Risiko Kementerian Keuangan ( Deni Ridwan dari SUN DJPPR mengatakan, pemerintah meyakini jika ada kebijakan dalam negeri (WFH) job, investor akan semakin banyak berinvestasi di pasar saham. Kirimkan nomor identifikasi investor unik (SID) yang ditingkatkan. Artinya banyak masyarakat yang memiliki surat berharga pendapatan tetap, tapi pengeluarannya menurun, “kata Deni dalam agenda online ORI017 di situs peluncuran, Senin (15/6/2020). Baca: Pandemi Covid-19 diperkirakan akan semakin intensif. Penggerak perekonomian nasional — oleh karena itu, pemerintah optimistis masih ada investor yang membeli ORI, meski jadwal penerbitan ORI dipercepat hingga Juni-Juli dibandingkan dengan Oktober-November biasanya. Selain itu, ada pemerintah di sini. Dalam kurun waktu tersebut, kami juga melihat adanya peningkatan dana masyarakat di sektor perbankan, sehingga artinya masih banyak likuiditas untuk diinvestasikan. ORI-Deni menjelaskan, awalnya dari bulan Juni hingga Juli, pemerintah akan menerbitkan obligasi tabungan retail (SBR) dan Depositnya sangat mirip, hanya saja jangka waktunya 2 tahun.

Namun SBR tidak dapat diperdagangkan, sehingga dianggap kurang menarik dalam kondisi saat ini. -Seperti yang kita ketahui bersama, ORI merupakan obligasi retail yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder Produk, dan SBR tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

“Saat ini masyarakat membutuhkan dana investasi dengan kinerja yang baik, namun di sisi lain, mereka juga perlu berdagang secara fleksibel. Pengawasan. Mereka butuh dana cepat. Kemudian mereka bisa dijual di aftermarket. Kata Deni.

Berita ini disiarkan secara Cash dengan tajuk: Inilah alasan pemerintah mengeluarkan ORI017 saat terjadi pandemi corona.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *