Ini merupakan strategi bagi produsen pupuk untuk memastikan target subsidi yang tepat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk menjaga kestabilan distribusi dan kualitas pupuk bersubsidi yang baik kepada petani sesuai dengan prinsip 6T (yaitu jenis yang tepat, jumlah yang tepat, harga yang tepat, lokasi yang tepat, dan waktu yang tepat) . -Perusahaan juga telah mengadopsi berbagai strategi, termasuk karakterisasi pupuk bersubsidi dengan warna khusus, pengkodean tas dan distribusi hanya untuk petani yang terdaftar dalam Rencana Permintaan Akhir Grup Elektronik (e-RDKK).

Pupuk Communications Indonesia Wijaya Laksana selaku pimpinan perusahaan mengatakan: Pihaknya telah memberikan warna yang khas pada karakteristik pupuk bersubsidi.

Baca: Pupuk Indonesia Dorong Anak Perusahaan Bersubsidi Dapatkan Sertifikat Anti Korupsi

Baca: Hingga 28 Juni 2020, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4,7 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani

Baca: Di Indonesia Pembelian Barang dan Jasa Pupuk melibatkan lebih dari 30.000 UMKM-dimana pupuk urea bersubsidi diberi warna pink atau merah muda. Pupuk yang disubsidi ZA berwarna oranye. Hal ini untuk membedakan antara pupuk bersubsidi dan non subsidi untuk meminimalisir resiko kecurangan.

“Pupuk bersubsidi juga terdapat pada kemasan tas. Terdapat logo pupuk Indonesia di bagian depan tas. Ada juga tulisan“ pupuk kimia bersubsidi pemerintah ”. Ada juga nomor call center, logo SNI, nomor izin edar dan pabrik di bagian depan tas. Kode tasnya, “diumumkan Selasa (7/7/2020) sebagaimana Wijaya.

Ia menambahkan, pendistribusian pupuk bersubsidi hanya dapat dilakukan secara tertutup berdasarkan situasi peredarannya, dan terbatas pada petani yang terdaftar dalam sistem elektronik e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian.

Produsen pupuk akan senantiasa menaati seluruh regulasi yang berlaku tentang penyaluran pupuk bersubsidi, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 / M-DAG / PER tentang pembelian dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di tingkat nasional dari tingkat pertama hingga pertama / No. 4/2013 dan baris keempat .

dan Peraturan Menteri Pertanian tentang pendistribusian pupuk bersubsidi dan harga eceran maksimum sektor pertanian pada tanggal 1 Januari 2020 (digabungkan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020 Regulasi.

“Kedua regulasi ini secara tegas mengatur tentang persyaratan, tanggung jawab dan tanggung jawab produsen, distributor, distributor atau pengecer pupuk bersubsidi HET, dan harus tunduk kepada Wiyaa saat mendistribusikan pupuk bersubsidi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *