Memasuki era “normal baru”, Kementerian Perhubungan memantau pelaksanaan Pelabuhan Biak SE 12/2020

TRIBUNNEWS.COM-Setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan Edaran SE 12 2020 yang terkait dengan pandemi Covid-19, Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan mengikuti implementasi perintis angkutan laut untuk membantu mobilisasi masyarakat tertinggal, terpencil dan tertinggal. Orang-orang di daerah perbatasan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Salah satunya KM Belt Nusantara 29 yang lepas landas dari terminal pelabuhan Biak pada Minggu (14/6) dan mengangkut 239 penumpang menuju pelabuhan Jayapura.

Menurut Kepala Otoritas Pelabuhan Biak III (KSOP) dan Kantor Otoritas Pelabuhan, Oktovianus C. Karubaba, sembari beradaptasi dengan kebiasaan baru ini, operasi angkutan laut di pelabuhan Biak masih berbasis Covid -19 SOP Protokol Kesehatan, seperti menjaga jarak, penggunaan masker dan sering mencuci tangan agar tetap bersih.

“Sebelum berangkat boarding, seluruh penumpang telah menjalani quick test, disemprotkan disinfektan di kapal, dan dilakukan pengecekan dokumen penumpang bila perlu. Pemeriksaan harus selesai. Dengan lolos working group Biak Numfor Covid-19, Kartu kuning, surat pemeriksaan kesehatan dari dinas kesehatan pelabuhan Biak dan petugas kesehatan dari dinas, ”kata Oktavian.

E Selain itu, kapal perintis KM. Nusan Belt tara 29 juga didampingi oleh para pejabat Provinsi Papua, diantaranya 2 (dua) orang dokter dan 4 (empat) orang petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua. 4 (4) agen dari Satpol PP Biak Numfor dan agen pelayaran PT. Fajar Lintas Biak. – Ia menambahkan, rapid test tidak hanya dilakukan pada penumpang. Namun, Dinkes setempat juga melakukan quick test terhadap 29 ABK ​​KM Belt Nusantara.

“Menyikapi situasi ini, kami menyarankan agar dalam menjalankan usaha angkutan laut di pelabuhan Biak, semua pihak termasuk agen lapangan, operator kapal dan masyarakat harus ikut berpartisipasi agar dapat sepenuhnya Disiplin untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini untuk mencapai kesehatan. Oktavianus menyimpulkan bahwa Covid-19 memungkinkan kelancaran aktivitas transportasi laut.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *