Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia: Secara kreatif menumbuhkan kesadaran pribadi untuk menghindari dampak ekonomi selama pandemi

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Langkah inovatif perlu segera diambil untuk menanamkan kesadaran pribadi dan mengembalikan ekonomi massa ke kondisi normal baru selama pandemi. -19 “, Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2020). Biarlah warga terbiasa memakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Transformasi sosial skala besar (PSBB) sedang berlangsung. Dua minggu ke depan .

Menurut dia, tujuan PSBB transisi I DKI Jakarta belum tercapai karena kesadaran belum terbangun. 19 pandemi .

“Ketiga hal itu pertama cuci tangan. Menjaga jarak dan memakai masker merupakan kebiasaan baru warga, melalui sosialisasi relawan lingkungan RT / RW ibu-ibu dari PKK atau Jumantik bisa menjadi relawan. Bisa masuk setiap keluarga. Covid-19 .

“Tentunya dalam proses menumbuhkan kesadaran baru, kreativitas setiap pemerintah daerah harus ditindaklanjuti dengan menyediakan fasilitas penunjang seperti masker dan fasilitas cuci tangan sesuai kebutuhan.” – – Langkah simpel dan kreatif untuk menggalang kesadaran. Rerie mengatakan selama pandemi Covid-19, masyarakat merupakan aset penting bagi masyarakat untuk terus hidup dan menciptakan sumber pendapatan baru. — Reilly kemudian menyinggung perkiraan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang diusulkan Kementerian Keuangan pada akhir Juni 2020. Dalam penjelasan prakiraan tersebut, diperjelas bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional terganggu oleh tingkat pengangguran dan kenaikan tingkat pengangguran. Dijelaskannya, sejak awal tahun ini, pemerintah telah berupaya untuk bekerja dalam skenario negatif dimana laju pertumbuhan PDB negatif 0,4% hingga 1%. Situasi ini bukanlah situasi yang sangat baik, tetapi ini adalah situasi bertahan hidup, sehingga perekonomian tidak akan tenggelam terlalu dalam. 3,02 juta sampai 5,71 juta. Ia menambahkan, angka pengangguran akan meningkat dari sekitar 4,03 juta menjadi 5,23 juta. -Untuk itu, saya kembali mengajak seluruh warga, tidak hanya warga DKI Jakarta, untuk bersinergi menjaga kesehatan demi pembangunan ekonomi. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *