Kementerian Perhubungan menyelenggarakan tinjauan kelompok diskusi “Aturan Standar NCVS untuk Kapal Tidak Konvensional”

Yogyakarta TRIBUNNEWS.COM-Sesuai Kepmen Perhubungan No. 65 tahun 2009, Kepmen tersebut menetapkan standar kapal nonkonvensional yang mengibarkan bendera Indonesia atau NCVS (standar kapal inkonvensional). Oleh karena itu, perbaikan terus menerus diperlukan untuk memastikan kapal tersebut Peraturan keselamatan standar yang relevan selalu dapat memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, guna meningkatkan dan mendapatkan masukan yang memadai dari para pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar kapal inkonvensional, Kementerian Perhubungan memberangkatkan atau diskusi kelompok diskusi (FGD) di bawah organisasi perantara Badan Pengatur Transportasi Laut untuk membahas perubahan peraturan menteri. Nomor pengiriman. KM. Resolusi No. 65 tahun 2009 tentang standar kapal non-konvensi NCVS di Hotel Mercure Yogyakarta dari tanggal 7 sampai 10 Oktober 2020, untuk jangka waktu empat (empat) hari.

Pembukaan kegiatan desulfurisasi gas buang diumumkan oleh Kapten Navigasi dan Direktur Administrasi Keselamatan Maritim. . Hermanta (Hermanta) atas nama Dirjen Perkapalan

Kapten Hermanta dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan pengiriman kiriman ini adalah untuk mereview atau menelaah kembali regulasi yang ada sehingga regulasi yang baru dapat menyempurnakan regulasi yang ada. Percayakah ekspedisi ini adalah hal yang benar, dan menjadi pendorong untuk menyempurnakan dan memutakhirkan aturan untuk mendapatkan arah yang lebih baik, sehingga kedepannya kami berharap semua kapal dan pelaut mampu meningkatkan keselamatan maritim, menjaga lingkungan laut, dan merumuskannya di tingkat nasional di daerah sesuai kebutuhan. Regulasi. NKRI mempersatukan negara, ”kata Kapten Hermanta. -Selain tetap menjabat sebagai Kapten Hermanta, seluruh pemangku kepentingan harus memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi informasi. Perkembangan saat ini sangat pesat dan tidak ada kendala ruang dan waktu. Oleh karena itu, kita didorong untuk selalu mampu Menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif berupa kebijakan yang tepat dan tepat, formula tersebut bersifat archarchlagic state.

“Untuk itu, Kapten Hermanta harus kita ucapkan: “Dalam proses penerapan standar untuk kapal inkonvensional, perlu dirumuskan aturan dan regulasi yang sesuai dan memuaskan untuk memastikan kapal yang layak laut mengibarkan bendera Indonesia.” — Pada saat yang sama, ketua penyelenggara focus group Diaz Sapp Kapten Diaz Saputra dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan utama penahanan kargo tersebut adalah untuk memastikan bahwa amandemen standar terkait kapal nonkonvensional dapat diselesaikan dan segera dilaksanakan. Berlaku untuk kapal berbendera Indonesia yang berukuran lebih kecil dari 500 GT dalam pelayaran domestik dan internasional, atau kapal Indonesia yang berukuran lebih dari 500 GT dalam pelayaran domestik.

Menurut Kapten Diaz, pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari dengan jangka waktu empat (empat) hari. Mulai 10 hingga 10 Juli 2020, di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, terdapat 50 peserta dari Kantor Hukum Kementerian Perhubungan, Sekretariat Kejaksaan Agung, Biro Navigasi dan Kelautan, serta Biro Maritim dan Penjaga Pantai. , Administrasi Umum Seksi Hukum Perhubungan dan Komando Umum, Administrasi Umum Pelabuhan, Kantor Otoritas Pelabuhan Khusus dan Pelabuhan Batam (KSOP), KSOP Kelas I, KSOP Kelas II, KSOP Kelas III dan Tim TSS (Tim Ahli SSI-COE AMSAT).

Sebagai acuan, regulasi Indonesia Non-Convention on Standard Vessels (NCVS) tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 65 tahun 2009, tentang standar terbang kapal inkonvensional dan bendera Indonesia serta UM.008 / 9 / tentang penerapan standar dan pedoman. 20 / DJPL-12 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Menerapkan teknologi ves untuk kapal inkonvensional yang mengibarkan bendera Indonesia.

Kedua peraturan tersebut berlaku untuk pembangunan kapal baru yang lunasnya dipasang pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014, dan pembangunan kapal tua yang lunasnya akan dilelang mulai Januari. 1 Januari 2013.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *