Kemenhub diperkirakan akan mengalami bencana hidrometeorologi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan sedang bekerja keras memprediksi bencana hidrologi yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pasca peningkatan curah hujan pada bulan depan.

“Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) di Jakarta, Selasa, 13 Oktober mengatakan:” Tindak lanjut atas instruksi Presiden terkait bencana hidrometeorologi. Banyak ekspektasi yang kita buat, terutama di sektor penerbangan dan maritim. “

” Kami menghimbau seluruh operator sarana dan prasarana transportasi serta pemangku kepentingan terkait lainnya untuk melakukan upaya prediksi dan penanganan tanggap darurat. “

Di bidang penerbangan, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran No. 47 tahun 2020 tentang kegiatan penerbangan. Dalam kondisi cuaca yang minim. Minimalnya cuaca karena faktor meteorologi dan jarak pandang atau jarak pandang terbatas .

SE cocok untuk operator angkutan udara, bandara, navigasi udara dan layanan informasi meteorologi penerbangan pihak terkait meningkatkan kesadaran dan memprediksi kondisi cuaca minimum sesuai SOP, misalnya: informasi cuaca sedang marah, dan instruksi diberikan kepada pilot untuk memastikan keandalan peralatan navigasi on-board Serta akurasi, pengukuran visibilitas runway, dll. -Kementerian Perhubungan juga telah melakukan pekerjaan pemetaan dan antisipasi pada 15 bandara yang rawan tsunami, seperti: Bandara Binaka Gunung Sitoli, Minangkabau, Ngurah Rai, Balikpapan, Mamuju, Luwuk, Ende, Maumere, Melongguane, Ternate, Weda, Buli, Ambon, Manokwari dan Biak.

Di bidang kelautan, Menteri Perhubungan juga menitipkan arahan umum angkutan laut yaitu arahan Kessatt Coast and Maritime Guard (KPLP) Serta arahan navigasi, area navigasi, dan kantor kapten. Otoritas pelabuhan dan pelabuhan di Indonesia melakukan upaya yang diharapkan.

Metode implementasi yang diharapkan adalah: mengeluarkan konsultasi navigasi dalam cuaca buruk dan angin kencang dan mengoptimalkan tim tanggap darurat Dalam hal kesiapsiagaan darurat, Administrasi Umum Angkutan Laut telah mengintegrasikan sistem penerima alarm generasi mendatang atau sistem penerima alarm sensor di VTS di pelabuhan yang rawan tsunami.

Penerima alarm dipasang di beberapa pelabuhan, seperti Bakauheni, BMKG Bali, Ambon, Teluk Bayur dan Maritime Command Center (MCC) memprediksikan fenomena La Niña akan meningkatkan curah hujan kumulatif bulanan di Indonesia. Curah hujan diperkirakan meningkat 20% menjadi 40% dari normal

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *