Panduan belajar tahun ajaran baru: pembelajaran tatap muka di area hijau

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kelompok Kerja Manajemen Percepatan Covid-19, Departemen Koordinasi PMK, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB dan Komite X DPR RI mengumumkan rencana pengembangan rencana oleh empat kementerian. Keputusan bersama yang menerapkan pedoman sistem pemagangan di tahun ajaran baru. Saat pandemi sebenarnya lewat webinar Senin tentang Penyakit Coronavirus (Covid-19) Senin (15/6/2020).

Panduan ini berdasarkan kerja sama berbagai kementerian. Itu ditulis dengan sinergi untuk mempersiapkan satuan pendidikan untuk setiap era baru.

“Prinsip mengeluarkan kebijakan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, pendidik, pendidik, keluarga dan masyarakat,” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. — Pendidikan anak pada tahun ajaran baru 2020/2021 tahun ajaran untuk anak, pendidikan dasar dan pendidikan menengah akan tetap dimulai pada Juli 2020. -Membaca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Dunia Bisnis-namun area kuning, oranye, dan merah tidak diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di unit pengajar. Unit pengajar di area ini terus belajar di rumah.

Terkait jumlah pelajar, per tanggal 15 Juni 2020 terdapat 94% pelajar di 429 kabupaten / kota yang berada di area kuning, oranye dan merah, sehingga perlu melanjutkan studi di rumah. Saat ini hanya 6% siswa yang berada di area hijau. Keberadaan satuan pendidikan di kawasan hijau merupakan syarat pertama bagi satuan pendidikan untuk pembelajaran tatap muka.

Syarat kedua adalah izin dari pemerintah daerah atau pemerintah daerah / kantor Kementerian Agama. Ketiga, apakah departemen pendidikan telah menyelesaikan semua checklist dan siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua / wali siswa menyetujui putra / putrinya belajar tatap muka di jurusan pendidikan.

Baca: Komite X DPR: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum menyinggung perbaikan rencana pembelajaran. Saat terjadi pandemi, “Jika salah satu dari empat kondisi ini tidak sejahtera, siswa akan terus belajar di rumah,” Pendidikan dan Kebudayaan Kata menteri.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *