Kementerian Perhubungan telah meningkatkan kualitas aturan dan kebijakan kesejahteraan pelaut melalui pelatihan MLC

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memenuhi tugas terkait navigasi maritim dalam Perpres No. 17 tahun 2008, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengawas ketenagakerjaan (SDM) maritim dan kelayakan kapal dan navigasi maritim, Kementerian Perhubungan Angkutan Laut Administrasi Umum sekali lagi melakukan pelatihan tambahan terkait dengan Maritime Labour Convention (MLC) 2006 melalui Ship Safety Plan Inspection-Center of Excellence (SSI-COE), yaitu pelatihan inspector-trainer Konvensi Perburuhan Maritim .

Departemen Keselamatan Kapal Direktur Navigasi dan Kemaritiman, Kapten Hermanta, Direktur Navigasi dan Maritim yang dibacakan oleh Komisaris Diaz Saputra, dalam sambutannya mengatakan kegiatan pelatihan inspektur MLC merupakan saat yang tepat untuk maju dan menjadi motor penggerak utama peningkatan kualitas peraturan dan kebijakan. Apalagi bagi pelaut yang baik hati, mereka adalah penggerak ekonomi dunia dalam menjalankan tugasnya melindungi diri. -Kapten Diaz mengungkapkan bahwa sejak pemerintah mengeluarkan peraturan tentang general manager pelayaran HK. 103/3/13 / DJPL-18 Terkait dengan diterbitkannya sertifikat ketenagakerjaan laut, sebanyak 417 kapal berbendera Indonesia telah memperoleh sertifikasi MLC 2006 dan sedang berlayar di zona internasional.

“Pelatih pelatihan Pengawas Ketenagakerjaan Maritim adalah salah satu kontribusi pemerintah, menurut standar MLC untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal Indonesia dalam hal hak upah, kondisi kerja, asuransi kesehatan, kondisi kerja, dll.,” Diaz Kata sang kapten pada acara pelatihan inspector-trainer Maritime Labour Convention (MLC) yang diadakan di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2020. Persetujuan pemerintah terhadap Maritime Labour Convention (MLC) pada tahun 2006 membuktikan hal ini. Mengenai ratifikasi Konvensi Buruh Maritim 2006, Republik Indonesia No. 15 tahun 2016, yang mencakup pembelaan iterasi efektif dan perlindungan hak-hak pelaut Indonesia yang bekerja di kawasan internasional.

Sebagai referensi, SSI-COE Ship Safety Inspection Center of Excellence Merupakan organisasi yang dibentuk oleh General Administration of Shipping didukung oleh Australian Maritime Safety Authority (AMSA) pada tahun 2019 untuk melakukan pelatihan selama 3 (tiga) hari dengan jumlah peserta 35. Pelatihan terdiri dari karyawan dari Biro Navigasi dan Maritim, KPLP dan KSOP , Berpartisipasi dalam webinar secara langsung dibagi menjadi 5 bagian, yaitu, persyaratan minimum pelaut untuk bekerja di kapal, kondisi kerja, akomodasi, fasilitas rekreasi, diet, perlindungan kesehatan, perawatan medis, perlindungan kesejahteraan dan jaminan sosial, penghormatan dan penerapan. – Pembicara dalam pelatihan ini adalah Paul MacGillivary (konsultan teknis ahli SSICOE), pembicara tamu dari MLC International Training Center BIT (ITC Turin), David Penny (ISS Chief Technical Consultant-COE) 30 tahun keselamatan kapal Periksa ahlinya. Di Australia dengan bantuan Kapten Suratno dan Kolonel Dini Novitasari. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *