Untuk mempermudah layanan online, Kementerian Perhubungan meluncurkan aplikasi SIMKAPEL

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan dan meningkatkan kinerja untuk menjamin keselamatan navigasi di era keterbukaan informasi dan digitalisasi, Departemen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) yang dimediasi oleh Direktorat Navigasi dan Kemaritiman menggelar Teknologi Pengawas Keselamatan Kapal secara bersamaan pada tahun 2020. Rapat (PPKK). Meluncurkan aplikasi SIMKAPEL (Sistem Informasi Transportasi dan Maritim) di Hotel Grand Mercure (Jakarta) di Jakarta.

Pada technical conference PPKK, R. Agus H. Purnomo selaku General Manager Perkapalan, selain melaksanakan kegiatan tersebut, pihaknya juga secara resmi meluncurkan aplikasi SIMKAPEL yang ditandai dengan gong.

Setelah itu, direktur navigasi dan kelautan, kapten. Hermanta juga memberikan sertifikat keselamatan kapal kepada salah satu perwakilan PT melalui aplikasi SIMKAPEL. Pertamina Trans Kontinental .

Konferensi teknis PPKK diadakan selama empat (empat) hari dari tanggal 10 hingga 3 November 2020. Bertempat di Hotel Mercure Jakarta pada tahun 2020. Ada 290 peserta (280-sepuluh) dari Peserta PPKK dari markas besar Unit Pelaksana Administrasi Umum Transportasi dan Teknologi.

“Seperti kita ketahui bersama, ketika” Kementerian Perhubungan, khususnya Tata Usaha Negara Perhubungan, senantiasa meningkatkan dan meningkatkan kinerja di era terbuka dan digital, terutama untuk menjamin keselamatan transportasi laut. Kata Argus dalam sambutannya.

Berkat kegiatan ini, PPKK dapat saling berbagi informasi dan mencari solusi. PPKK menghadapi kapal dalam menjalankan tugasnya.

“PPKK bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan kapal di laut dan melintas. Mendukung terwujudnya “zero accident” dan menjadi tulang punggung Administrasi Umum Transportasi dan Olahraga. Salah satu kejelian Kementerian Perhubungan, “kata Argus. — Dalam konteks pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, serta ancaman kondisi cuaca ekstrem seperti La N. Ina, Ina di Asia Tenggara Fungsi PPKK menjadi tantangan.Selain itu, keterbukaan informasi akibat perkembangan teknologi digital tentunya dapat membantu PPKK memahami perkembangan dunia perkapalan, terutama regulasi dan teknologi terkini dalam industri pelayaran.

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara maritim internasional. Anggota Organisasi Maritim Internasional (IMO). Sebagai bagian dari kegiatan Sistem Audit Negara Anggota Organisasi Maritim Internasional (IMSAS), Organisasi Maritim Internasional akan melakukan audit pada tahun 2022.

Oleh karena itu, diharapkan Tentara Pembebasan Rakyat seluruh Indonesia akan lebih bertanggung jawab Untuk memastikan Indonesia menjalankan tugasnya sebagai flag manager dengan sangat baik. “Saya berharap kedepannya, sebagai flag manager Indonesia, anggota IMO memiliki pemeriksa keselamatan kapal yang berkualitas, berintegritas, dan transparan (PPKK). , ”Kata Agus.

“ Akhirnya saya juga berharap para peserta dalam acara ini dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka terima ke UPTnya dan menjadi PPKK yang lebih baik dan lebih profesional. – Argus menyimpulkan.

Pada saat yang sama, Direktur Navigasi dan Maritim Kapten Hermanta mengatakan saat membacakan laporan penyelenggara bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan perkembangan terkait keselamatan kapal nasional dan nasional. Penataan dan informasi teknis. Internasionalisasi untuk menjadikan PPKK lebih baik dan profesional.

“Dalam acara ini, peserta akan memperoleh informasi terkait regulasi di bidang pengelolaan kapal maritim dan informasi di bidang keselamatan kapal. Materi, termasuk informasi di tingkat nasional dan internasional. “, Pak Hermanta menyimpulkan. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *