Kemenhub diperkirakan akan mengalami bencana hidrometeorologi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan bekerja keras memprediksi bencana hidrologi yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul adanya peningkatan curah hujan pada bulan depan.

“Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa, mengatakan,” Ikuti instruksi Presiden untuk mengantisipasi bencana hidrologi dan meteorologi. Banyak ekspektasi yang kita buat, terutama di sektor penerbangan dan transportasi laut. 10.

“Kami menghimbau kepada seluruh operator sarana dan prasarana transportasi serta pemangku kepentingan terkait lainnya untuk melakukan upaya dalam memprediksi dan mengelola keadaan darurat,” imbuh Menhub.

Di bidang penerbangan, transportasi Kementerian mengeluarkan Surat Edaran No. 47 tahun 2020 tentang kegiatan penerbangan.Dalam kondisi cuaca yang sangat jarang, karena faktor meteorologi, cuaca yang sangat ringan merupakan kondisi jarak pandang atau jarak pandang terbatas.

SE berlaku untuk operator angkutan udara, Pelayanan informasi cuaca bandara, navigasi udara dan penerbangan – dalam SE ini, semua pihak diberitahukan terkait meningkatkan kesadaran dan memprediksi kondisi cuaca minimum sesuai SOP, misalnya: mengenai perubahan cuaca, memberikan instruksi kepada pilot untuk memastikan keandalan peralatan navigasi onboard Serta akurasi, pengukur jarak pandang runway, dll. -Kementerian Perhubungan juga telah menggambar peta 15 bandara di daerah rawan tsunami dan melakukan upaya yang diharapkan, seperti: Bandara Binaka Gunung Sitoli, Minangkabau, Ngurah Rai, Balikpapan, Mamuju, Luwuk, Ende, Maumere, Melongguane, Ternate, Weda, Buli, Ambon, Manokwari dan Biak.

Di bidang transportasi laut, Menteri Perhubungan juga menitipkan arahan umum angkutan laut yaitu Kessatt Coast and Maritime Guard (KPLP) Arahan dan navigasi, area navigasi, kantor master pelabuhan dan seluruh otoritas pelabuhan Indonesia akan memimpin pekerjaan yang diharapkan.

Cara yang diharapkan untuk melanjutkan adalah: mengirimkan pemberitahuan dalam cuaca buruk dan gelombang besar, dan mengoptimalkan tim intervensi , Dan segera mengaitkan Administrasi Umum Angkutan Laut dengan kesiapsiagaan darurat. Alat bantu navigasi dan telekomunikasi maritim juga harus dioptimalkan melalui Maritime Traffic System (VTS), dan dikoordinasikan dengan Basarnas dan kapal patroli peringatan.

Di pelabuhan rawan tsunami, Sistem penerima alarm generasi berikutnya atau sistem penerima alarm sensor terintegrasi di VTS. — Penerima alarm dipasang di Bakauheni, Bali, Ambon, Teluk Bayur dan pelabuhan lainnya, serta Pusat Komando Korps Marinir (MCC) di kepala ) Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta Pusat. – BMKG memprediksikan fenomena La Niña akan meningkatkan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia. Curah hujan diperkirakan meningkat 20% hingga 40% dari kondisi normal.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *