Kemenpora mengutamakan pelayanan publik untuk meningkatkan tata kelola birokrasi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka menuntaskan tugas hukum dan melibatkan masyarakat dalam perumusan pelayanan publik, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan forum konsultasi publik virtual (FKP) pada Jumat (6/6/2020) untuk menetapkan standar pelayanan. Berdasarkan teks kebijakan untuk meningkatkan kinerja.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Plt. Peningkatan kinerja Asisten Chandra Bhakti. Chandra mengatakan pada acara pembukaan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga saat ini terus meningkatkan tata kelola birokrasi sesuai dengan flagship plan yang diidentifikasikan oleh Menpora Zainudin Amali. Secara spesifik salah satunya adalah dengan mengutamakan pelayanan publik. “Saat ini, anggota Kongres khususnya yang bertanggung jawab atas peningkatan kinerja telah bekerja sama dengan penelitian dan pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersama-sama melaksanakan kemajuan pemerintahan agar berjalan dengan baik. Chandra mengatakan:“ Sekarang kita tidak bisa main-main, semuanya Semua harus transparan dan akuntabel. “.” Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih dan kebanggaan kepada orang-orang yang telah berpartisipasi dalam forum virtual ini. Saya berharap acara ini dapat berkontribusi untuk mendukung Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam menerapkan standar pelayanan publik yang baik dan benar. “Bersamaan dengan itu, Esa Sukmawijaya, Kepala Badan Perencanaan dan Organisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, memperkenalkan acara tersebut. Ia mengatakan untuk meningkatkan tata kelola birokrasi Kementerian Pemuda dan Olahraga salah satu kuncinya adalah dengan memberikan pelayanan yang baik. Pelayanan publik yang cepat.

” Kemenpora berharap memiliki jalur pelayanan publik yang baik dan sesuai. Ia mengatakan, “Saya berharap acara ini membawa manfaat bagi olahraga Indonesia. Saya berharap semua orang dapat memberikan kontribusi dan saran yang sesuai untuk acara ini. Kegiatan forum konsultasi publik ini memperkenalkan Profesor Ducho Pekik, Direktur Universitas Nasional Yogyakarta, Direktur Indonesian Sports Corruption Watch (ISCW), Profesor Rudy Damavanto, Sekretaris Jenderal PB Perti, dan Rani Se Dadi, Nasril Kadar Taslin, Sekretaris Jenderal Organisasi Perdamaian Internasional Papari, dan praktisi senior atau jurnalis Ian Situmorang. Diikuti oleh seluruh asisten hingga wakil menteri yang bertanggung jawab atas peningkatan kinerja. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *