Sekolah swasta paling rentan selama pandemi

TRIBUNNEWS.COM-Meski berlabel sekolah swasta, bukan berarti sekolah tersebut tetap memiliki kekuatan finansial yang kuat.

Beberapa sekolah swasta, terutama yang terkena pandemi, mengalami kesulitan dalam pengoperasiannya, guru dan pengajar juga malu karena belum membayar uang sekolah selama beberapa bulan.

Tentu saja, karena krisis ekonomi, kami tidak ingin sekolah ditangguhkan dalam skala besar. Ini akan mempengaruhi pendidikan siswa.

Sebelumnya, dana BOS yang diklaim secara eksklusif diberikan kepada sekolah-sekolah negeri di daerah tertinggal, perbatasan, dan terluar (3T). Padahal dana kinerja BOS disediakan untuk sekolah negeri yang berkinerja baik.

Mengingat banyaknya sekolah yang terkena dampak, kebijakan pendanaan selama pandemi Covid-19 telah berubah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tunduk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 24 Tahun 2020, petunjuk teknis tentang pemantapan bantuan operasional sekolah dan kinerja bantuan operasional sekolah. Dua dana BOS akan diperoleh pada tanggal 19. Sekolah swasta merupakan institusi yang kondisi ekonominya paling rentan terhadap pandemi Covid-19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan Rs 32.000 crore untuk Dana Afirmasi dan Kinerja BOS, dengan target pembukaan 56.115 sekolah di 32.321 desa / kelurahan di daerah khusus. Dana bantuan tahunan untuk setiap sekolah ditetapkan sebesar 60 juta rupee. Pastikan bahwa BOS dan kinerja BOS dapat digunakan untuk aktivitas yang sama seperti BOS biasa selama pandemi Covid-19.

Informasi lengkap meliputi biaya guru honorer, biaya pendidikan guru di sekolah ternama (jika dana masih tersedia), biaya yang dibutuhkan untuk studi keluarga dan biaya kesehatan dasar terkait pencegahan Covid-19.

Anggota DPR mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan yang mengalokasikan dana BOS untuk pengukuhan dan pengoperasian sekolah swasta. Performa selama pandemi Covid-19.

“Saya sangat bersyukur sekarang proposisi dan kinerja BOS bisa dimanfaatkan oleh sekolah swasta. Ini bisa membantu sekolah swasta menghadapi dampak Covid -19,” kata Lathifah. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Panitia -X Dede Yusuf, yang menurutnya Nadiem telah merespon keinginan masyarakat dengan baik melalui kebijakan ini.

“Saya kaget dan mengapresiasi Pak Menteri, baru saja mengeluarkan kebijakan UKT, relaksasi BOS dan penegasan BOS serta dukungan kinerja untuk sekolah swasta,” kata Dede.

Sebagaimana kita ketahui bersama, menurut Permendikbud nomor 24 24 tahun 2020, terdapat dua kriteria sekolah yang berhak mendapatkan bantuan tersebut. -Pertama-tama, di daerah terpencil atau terbelakang, keadaan masyarakat adat jauh, berbatasan dengan negara lain, dan terkena bencana alam, bencana sosial atau keadaan darurat lainnya. -Kedua, prioritas diberikan kepada sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih tinggi, sekolah penerima dana BOS reguler yang relatif sedikit, dan sekolah dengan proporsi guru tidak tetap yang lebih tinggi – Editor: Dana Delani

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *