Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran mediator hubungan perburuhan selama pandemi Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, banyak masalah hubungan perburuhan antara pekerja dan pengusaha yang membutuhkan keberadaan mediator hubungan kerja (MHI).

Oleh karena itu, sebagai organisasi atasan ICM, Kementerian Ketenagakerjaan dan instansi terkait di tingkat pusat dan daerah akan memberikan dukungan agar mediator dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Mendukung jalur karier terbaik. Dalam hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja. Oleh karena itu, kami perlu memperkuat kinerja mediator di tingkat pusat dan daerah, ”kata Menaker Ida pada acara pembukaan dan pimpinan Forum Komunikasi Nasional ICM di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (30/9/2020) malam. -Menaker Ida mengatakan, Menjadi seorang MHI bukanlah hal yang mudah dan juga tidak mudah.Namun, dengan semangat dan tekad yang tinggi, mediator akan berkumpul dan menjadi penengah pihak-pihak yang berkonflik, dan mereka akan memiliki kepuasan sendiri dan tidak dapat dihakimi dengan uang sepeserpun.

Oleh karena itu, Menaker Ida mengajak MHI untuk tetap bahagia, berharap bisa menarik lebih banyak ASN untuk menjadi Mitsubishi Heavy Industries .— Selama ini personel ICM sudah bertambah dari yang dibutuhkan minimal 3.101 menjadi 824. Kebutuhan tersebut berdasarkan MHI minimal setiap minggunya. Dihitung dengan melatih 2 perusahaan (yaitu 96 perusahaan per tahun) Dia berkata: “Sejauh ini, jumlah perusahaan yang terdaftar sekitar 297.000. … Saya tahu bahwa jumlah Mitsubishi Heavy Industries masih jauh dari cukup. Tapi kalau mediator di sini bisa menunjukkan kinerja yang luar biasa, ”kata Menaker Ida, salah satu bentuk penunjang kinerja dan integritas MHI adalah dengan merevisi MHI tahap akhir Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPANRB). Sistem dan regulasi untuk jabatan fungsional. -Penaker Ida yakin bahwa perubahan sistem jabatan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) harus membantu MHI menjadi lebih strategis, lebih mampu dan memiliki peluang karir yang lebih baik. Ia mengatakan: “Oleh karena itu, Inilah yang kami janjikan atau berikan untuk memiliki karier yang lebih baik dan kepuasan batin yang luar biasa.

Plt juga mengatakan hal yang sama. Direktur Hubungan Perburuhan dan Tenaga Kerja dan Jamsostek (PHI & Jamsos) Haiyani Rumondang. Dalam rangka mendukung Mitsubishi Heavy Industries, Kementerian Ketenagakerjaan telah menggunakan sederet dukungan untuk meningkatkan skill dan karir Mitsubishi Heavy Industries. -Kementerian Tenaga Kerja ada Salah satu buktinya adalah melalui revisi PermenPANRB No. 6 tentang Jabatan Fungsional MHI tahun 2009. Haiyani mengatakan: “Perubahan dalam PermenPANRB adalah ICM memiliki tingkat ahli senior yang memungkinkan mediator untuk merencanakan karirnya di jenjang tertinggi. “

Jika mediator mau, pemerintah negara bagian akan memberikan dukungan penuh kepada ICM. Dipaksa untuk memainkan peran terbaiknya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi negara. Dan negara. Apalagi setelah Covid-19 seperti saat ini Waktu pop Dia berkata: “Mitsubishi Heavy Industries perlu tampil lebih baik daripada sebelum menggunakan metode konvensional dan metode tatap muka, menggunakan metode baru.

Di saat yang sama, Adi Junjunan Mustafa, Koordinator Talent Management KemenPANRB, Asisten Sumber Daya Manusia Home Appliance mengungkapkan, review PermenPANRB JF MHI sudah masuk tahap koordinasi Kementerian Hukum dan HAM dan saat ini menunggu surat keserasian. Ia mengatakan: ” Langkah selanjutnya adalah asisten sumber daya manusia peralatan dan sekjen Kementerian Ketenagakerjaan yang ditandatangani MenPANRB sebelum prosedur ditetapkan. “

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *