Pembayaran berbasis hasil REDD + Dana Iklim Hijau Seturi 103,8 USD

Di FVC.

Selain itu, Menkeu mengungkapkan bahwa dana yang diperoleh Indonesia dapat membantu APBN memenuhi kebutuhan pembiayaan perubahan iklim.

Bacaan: Bagi kota modern, Semarang adalah pusat perbelanjaan.Dana yang diperoleh Indonesia dapat membantu APBN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan perubahan iklim. Menkeu mengatakan: “Hasil Label Anggaran Iklim (CBT) menunjukkan masih adanya gap antara kebutuhan pendanaan dalam negeri untuk mengatasi perubahan iklim dengan anggaran perubahan iklim yang dialokasikan oleh APBN.” Menteri Keuangan-Sri Muljani (Sri Mulyani) juga menyampaikan harapan agar momentum ini terus dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi dan dukungan semua pihak terkait usulan Indonesia ke GCF. ) KLHK memimpin penyusunan proposal RBP REDD + ke GCF melalui kerja sama semua pihak termasuk organisasi internasional. Tidak ada keberatan (NOL), dan mengajukan proposal ke GCF, yang disusun oleh United Nations Development Program (UNDP) sebagai entitas terakreditasi (RA / entitas yang diakui) dengan mitra. Untuk pekerjaan lain, Global Green Growth Institute (GGGI) menyiapkan pernyataan konsep awal.

Mendapatkan persetujuan GCF adalah kabar baik, tetapi Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pendanaan perubahan iklim untuk mencapai tujuan NDC. Komitmen negara maju untuk menyediakan US $ 100 miliar pendanaan perubahan iklim setiap tahun untuk mendukung negara berkembang pada tahun 2020 harus segera dipenuhi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *