Tripnas membahas agenda kerja untuk tahun 2020

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Rapat Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) Sesi II membahas dua rencana kerja Tripnas untuk tahun 2020.

Pertama membuat undang-undang, yaitu rancangan “Undang-undang Cluster Ketenagakerjaan”; mengubah UU No. 02 tahun 2004; rancangan undang-undang tentang perlindungan pekerja rumah tangga dan Presiden Tripnas LKS tentang prosedur kerja Tripnas LKS-diskusi kedua adalah konseptual Untuk persiapan agenda kerja rapat organisasi pekerja (BP) dan rapat pleno perjalanan nasional 2020, penggabungan Tripnas LKS dan tripartit regional LKS dan rapat pleno Tripnas LKS.

Pada pertemuan pleno kedua, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah berharap untuk secara efektif melaksanakan tugas-tugas berat Tripnas LKS pada pandemi Covid-19 pertengahan 2020. — — “Setiap orang harus memahami bahwa situasi pandemi ini harus dialami dan diselesaikan bersama tanpa oposisi dari satu pihak,” kata Ida Fauziyah. Ida Menaker membayar upeti kepada LKS Tripnas pandemi Covid-19, yang memiliki rencana kerja tahunan. Dia mengatakan: “Pada tahun 2020, itu akan menjadi beberapa bulan.” “Pekerjaan LKS Tripnas sangat berat, yaitu membahas RUU itu. Ini sangat penting bagi pemerintah dan dua aspek lainnya.” Dia mengumumkan .– – Rapat pleno ditinjau oleh Presiden LKS Tripnas Menaker Ida Fauziyah (departemen pemerintah), dua wakil ketua Badan Perjalanan Nasional, yaitu Myra Maria Hanartani (bagian dari organisasi wirausaha), dan Phuket Santoso (serikat / Serikat dasar) dan 30 peserta dalam konferensi video.

Pada rapat pleno hampir 60 menit, Ketua LKS Tripnas mendengar penjelasan, pertimbangan, saran dan pendapat tentang putusan tersebut. Gagasan utama Dewan Pekerja LKS Tripnas tentang persiapan agenda LKS untuk roadmap nasional 2020; THR, dan penangguhan pembayaran upah program BPJS, yang sejalan dengan dampak pandemi Covid-19 pada kesinambungan bisnis dan perlindungan pekerja / pekerja terkait. Dia mengatakan: “Hasil pertemuan pleno kedua harus menjadi langkah bagi pemerintah untuk mengambil tindakan.” (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *