Menteri Pertanian mengatakan di Forum Pertanian bahwa kaum muda harus terbiasa dengan teknologi dan teknologi digital

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan seminar Forum Pertanian Indonesia 2020, yang diadakan pada hari Kamis, 30 April melalui konferensi video.

Tujuan dari seminar ini adalah untuk melakukan pelatihan kualitas pendidikan profesional di Indonesia. Pencipta pertanian yang berkualitas dan berkualitas. Pencarian pekerjaan .

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, berharap bahwa melalui kegiatan inovatif di bidang pertanian dan makanan, generasi muda akan dapat beradaptasi dengan sistem digital online. Terutama bagi kaum muda yang harus selalu terbiasa dengan digitalisasi. Selain itu, pendidikan adalah proses baru dan tantangan yang harus kita hadapi, “kata Menteri Pertahanan Syahrul di ruang perang Kementerian Pertanian (AWR) kemarin (30/4/2020) kemarin .

Syahrul berharap bahwa semua pusat pendidikan pertanian di polbangtan dan lembaga pendidikan tinggi lainnya dapat membawa sumber daya manusia.Untuk hewan peliharaan, ini adalah seribu tahun pembangunan berkelanjutan dan penuh rasa ingin tahu tentang pengembangan ilmu pengetahuan.

Generasi Syahrul telah menurun, dan masih perlu untuk mempertahankan persaingan global yang semakin sulit.

“Karakter seorang petani adalah seorang pejuang di bidang ini. Karena itu, negara membutuhkan anak-anak suatu negara, dan mereka sangat penting untuk melakukan segalanya. Warga sipil yang vital ini dapat mengukur tingkat kecerdasannya,” dia Mengatakan.

Syahrul mengatakan bahwa jika generasi seperti itu akan lahir, maka pendidikan kejuruan di masa depan harus bersaing dengan pemikiran dan mental yang kuat. Jadilah kreatif dan mampu berpikir tentang pengembangan pertanian di masa depan dengan cara yang inovatif.

Di lokasi yang sama, Dedi Nursyamsi, direktur Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pertanian, mengatakan bahwa dia bangga dengan alumni Polbangtan dan sekarang dia dapat berbicara banyak di bidang pertanian. Dedi melanjutkan bahwa model ini akan mendorong kaum muda untuk menggunakan teknologi digital untuk melakukan kegiatan pertanian.

“Bagi mereka, yang terpenting adalah bisa membangun sikap profesional, mandiri dan berwirausaha. Sekarang, banyak alumni Banbangdan adalah anggota,” tutupnya.

Sebagai catatan, seminar juga mencakup Patdono Suwignjo, Direktur Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bappenas Pungky Sumandi, Wakil Menteri Kependudukan dan Pekerjaan, Institut Penelitian Pertanian Borif, Arif Satria dan Ketua Departemen Hortikultura, Kardin Karen Tambayong.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *