Kemenkop dan UKM menyiapkan 8 program prediksi dampak COVID-19 untuk pemain KUMKM

TRIBUNNEWS.COM-Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah telah mengembangkan delapan rencana khusus untuk memprediksi dampak ekonomi dari epidemi COVID-19 pada koperasi negara dan UMKM. Komite Keenam DPR-RI di Jakarta mengatakan pada Kamis (4 Februari 2020) bahwa mereka sedang mengembangkan delapan rencana untuk secara khusus mengurangi dampak COVID pada departemen KUMKM.

“Dia berkata:” Pertama, kami mengusulkan untuk merangsang daya beli usaha kecil dan menengah dan produk koperasi. Ini dikomunikasikan pada pertemuan terbatas yang dipimpin oleh Presiden Yokowi, dan angka saat ini adalah sekitar Rs 2 triliun, “katanya. -Di sisi lain, rencana kedua mendukung dan menyederhanakan” jarak sosial “, tetapi Pada saat yang sama, blokade juga dapat memainkan peran yang sangat baik. “Kami telah bekerja sama dengan 9 kelompok makanan BUMN dan kelompok masyarakat untuk melaksanakan kampanye sosial rencana belanja di kios-kios terdekat. Program ini sebenarnya di tingkat RT, dan di tingkat tetangga kios, kami mendapatkan pasokan barang sehingga mereka juga bisa menjual ke tetangga secara online. Toko online sederhana akan dapat membeli dari tetangga ke rumah mereka masing-masing, “katanya.

Ketiga, rencana restrukturisasi dan subsidi kredit untuk usaha mikro masih dalam pembicaraan dengan Kementerian Keuangan.

Tidak. Rencana keempat, melalui reorganisasi kredit khusus yang disediakan oleh LPDB KUMKM untuk koperasi.

Rencana kelima juga mendorong penyediaan masker untuk staf medis dan warga negara biasa, antara lain, mendorong olahraga untuk siapa saja yang terpaksa meninggalkan rumah dan mengundang berbagai daerah Orang-orang UMKM menggunakan masker.

Kemenkop dan UKM juga membuat koperasi dan UMKM dalam produksi dengan menyediakan masker distribusi, pembersih tangan, dan PPE (alat pelindung diri) yang saat ini dibutuhkan oleh petugas kesehatan. — -Sebagai rencana keenam, rencana itu berupaya memasukkan sektor-mikro, yang merupakan sektor terbesar dan paling rentan terhadap COVID-19 dalam kelompok penerima kartu sebelum bekerja setiap hari. Dia berkata: “Ketujuh Poinnya juga sangat penting, yaitu bantuan tunai langsung. Kementerian Keuangan sedang menyiapkan anggaran, tetapi kita bisa menjadi salah satu distributor bantuan langsung ini, yang merupakan bantuan sosial tambahan.

Kemudian, mengaitkan rencana masa depan dengan perpajakan, pihaknya mengusulkan PPh 21, pajak penghasilan impor, PPh 25, yang dapat melonggarkan pengembalian nilai tambah KUMKM. Teten mengatakan: “Kami berharap delapan langkah mitigasi ini Ini akan memiliki dampak ekonomi positif pada pemangku kepentingan KUMKM. “(*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *