Sore ini, Menaker Ida mengumpulkan kembalinya PMI Etty di Bandara Soetta

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah akan menjaring buruh migran Indonesia (PMI) dari Majalengka di Etty Bint Toyib.

Waktu penjemputan adalah Senin (6/7/2020) pukul 16.00 WIB di Banten Soekarno- Bandara Hatta Tangerang. “Aku akan menjemputmu dari bandara nanti malam. Berdoalah untuk Ny. Iti di Indonesia dan rumahnya yang aman,” kata Ida Menaker di Jakarta, Senin. Menurutnya, Eti, warga negara Indonesia, harus dilindungi oleh negara.

“Dia berkata:” Pemerintah, terutama Kementerian Tenaga Kerja, masih berkomitmen untuk melindungi PMI. Kami bertanggung jawab atas keamanan PMI. “Etty Toyyib adalah seorang PMI yang bekerja di Taif, Arab Saudi. Pada tahun 2001, Etty dituduh menyebabkan kematian atasannya Faisal al-Ghamdi, dan Etty dituduh meracuni majikan. Selama persidangan, majikan tersebut Keluarga itu meminta hukuman mati, dan pengadilan mengeluarkan hukuman mati. / Hukuman mati.

Hukuman mati dibuat sesuai dengan Pasal 75/17/8 (23/06 / 2003M) dari Resolusi No. 22/04 / 1424H, yang diputuskan oleh Pengadilan Banding menyetujui Keputusan No. 307 / Kho / 2 / pada tanggal 1 Januari 2007. Pada tanggal 17 Januari 2007, Mahkamah Agung menyetujui pembunuhan terhadap majikannya, Arab Saudi, pada 2/12/1 H pada 1938/4. Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi diracun sampai mati. Awalnya pewaris majikannya yang meminta pengampunan dan eksekusi tebusan 30 juta reais atau 107 miliar rupee – tetapi setelah negosiasi dan berbagai langkah, pewaris akhirnya siap memaafkan Arab Saudi. Di Saudi, jumlah pembebasannya adalah 4 juta riyal atau 15,2 miliar rupiah.-Diat dapat didenda 4 juta riyal atas permintaan keluarga dan ahli waris para korban.-Dana ini adalah `tabarru ‘atau Indonesia Hasil sumbangan dari berbagai dermawan, termasuk Lembaga Infaq Zakat dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), telah berlangsung sejak 2018. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *