Menpora Hope DBL masih menjadi sumber pelatihan bagi para pemain bola muda Indonesia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa Development Basketball League (DBL) berharap dapat mendorong talenta muda untuk menyediakan pemain bagi tim nasional Indonesia. , Jakarta, Senin (7/7/2020) siang. Menurut Menpora, DBL Indonesia memiliki pengaruh besar pada pelatihan pemain basket nasional muda. », Mengumumkan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sebuah acara dengan tema pemuda, olahraga dan mahkota. Pemerintah melanjutkan operasi Menpora, mengakui keberadaan DBL di 30 kota dan 22 provinsi di Indonesia selama 17 tahun.

“Terima kasih kepada Mas Masrrul Ananda karena telah meluncurkan DBL yang berusia 17 tahun. Terima kasih atas kontribusi Anda kepada DBL Menpora berkata:” Latihlah atlet muda. Saya berharap pelatihan ini akan menjadi sumber pemain yang tampil di tim nasional. Tujuan pelatihan anak muda di semua olahraga adalah untuk menumbuhkan bakat muda yang terlihat dan hierarkis yang dapat diolah, dan akhirnya membentuk tim nasional. Dia menambahkan bahwa DBL adalah apa yang kami harapkan untuk memberikan “pemain bola basket yang akan menjadi tulang punggung tim bola basket nasional Indonesia.” . Menpora memperingatkan bahwa pada 2023, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Bola Basket Dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga mengumumkan: “Jangan membuat tim nasional kita tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Bola Basket Dunia, karena tentu saja kita hanya akan menyambutnya nanti. Ini sangat disayangkan,” kata Azrul Ananda, pendiri dan CEO DBL Indonesia. Pada tahun 2020, Liga DBL Indonesia memasuki usia 17 tahun. Dia mengatakan: “Untuk liga sekolah menengah, seharusnya 10 September, tetapi pandemi ini telah terjadi, jadi kita harus hati-hati melakukan penilaian komprehensif. Ini adalah tantangan,” katanya. “Kami akan terus meningkatkan DBL. Sekarang ada 40.000 peserta mewakili ribuan sekolah di 241 kota di Indonesia, dan 1,5 juta orang berpartisipasi setiap tahun, menjadikannya liga terbesar kedua setelah sepak bola. Kami berharap epidemi ini akan segera berlalu, “harap Azrul. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *