Bamsoet kembali menyediakan peralatan pelindung diri bagi para pekerja medis

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, bersama 4 pilar relawan dan organisasi kemasyarakatan, kembali mempromosikan Gerakan Solidaritas Membangun Keadilan (GERAK BS) kepada dokter dan kesehatan. Para pekerja memberikan bantuan. — Kali ini kami memberikan bantuan kepada RSUD RSUD Cimacan di Cianjur dan Dustira Cimahi Jawa Barat. Total bantuan yang diberikan adalah 100 buah alat pelindung diri, 120 buah rapid test Covid-19, 300 buah masker Sensi dan 200 kaleng susu Bear.

“Upaya kolaboratif ini merupakan upaya kami untuk membantu dokter dan petugas kesehatan melindungi hidup dan tubuh mereka. Ketenangan dan keamanan mereka dalam menjalankan tugas menjadi faktor penting dalam menangani Covid-19,” kata Bamsoet. Jakarta, Jumat (4/4/2020) .

Mantan Juru Bicara Dewan Perwakilan Rakyat RI ini menambahkan, pemberian bantuan APD juga bertujuan untuk mengurangi rantai rumah sakit yang berharap mendapat keuntungan terlalu banyak dari penjualan APD dan produk kesehatan lainnya. Di perangkat.

Karena sampai saat ini masih ada penjual ilegal yang menumpuk barang atau menjual barang dengan harga tinggi. Bamsuet berkata: “Sangat tidak masuk akal untuk mencari keuntungan besar untuk keuntungan pribadi dalam sebuah bencana. Polisi harus mengambil tindakan tegas terhadap mereka.” Kepala Kementerian Pertahanan Rakyat dari Kementerian Pertahanan Federal mengungkapkan bahwa data komisi tersebut per April 2020. Pada tanggal 22 Desember, dari catatan direksi Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI), 24 dokter meninggal dunia saat merawat pasien Covid-19.

Data dari Asosiasi Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menunjukkan bahwa setidaknya 16 perawat telah meninggal.

“Penyebab kematian rata-rata adalah kurangnya alat pelindung diri. Ironisnya, karena tentara yang ditugaskan di medan perang, dokter militer dan petugas kesehatan bahkan tidak dilengkapi dengan senjata terbaik,” kata Bamsoet. Dengan dukungan APD dan dukungan medis lainnya, wakil presiden Organisasi Pemuda Pancasla dikejutkan oleh semangat juang para dokter dan staf medis untuk membantu pasien Covid-19. —Bahkan PB IDI juga memicu “ penentangan umum dari dokter. Covid-19 inci, kurangnya dukungan dari spesialis. Hanya ada 1107 dari 2.600 orang yang ideal.

Bahkan, ahli paru memainkan peran penting dalam pengelolaan Covid-19.

“Gerakan universal dokter melawan Covid-19 yang digagas IDI mewujudkan semangat gotong royong. Baik ahli maupun dokter umum harus ikut serta dalam pengobatan Covid-19 sesuai keahlian masing-masing. Sebagai warga negara yang baik, dokter dipersiapkan Untuk bekerja sama, kita juga harus mau saling membantu dalam bentuk apapun. Bamsoet menyimpulkan: “Dengan tinggal di rumah, tidak pulang, dan membatasi kegiatan sosial untuk minimal mencapai kegotongroyongan.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *