JPT Pratama dan upacara pelantikan karyawan JFT, Menpora: Menanggapi kekhawatiran publik dengan kinerja

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali mulai menjabat pada hari Jumat (15 Mei 2020) sebagai kepala manajemen utama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Fungsi Khusus (JFT). — Pejabat baru, Menpola berharap bahwa setiap orang dapat melakukan tugas mereka dan memikul tanggung jawab, lebih baik dinamai Kementerian Olahraga Pemuda. Adapun yang menduduki jabatan senior (JPT) pada pelantikan kali ini antara lain: Suyadi S adalah Pembantu Wakil Menteri Olahraga dan Penghargaan Budaya Olahraga diberikan kepada Wakil Ketua Kebudayaan Olahraga, dan Surono adalah Wakil Ketua Olahraga Berprestasi. Peningkatan kinerja atletik. Beberapa wajah baru di luar Kementerian Pemuda dan Olahraga menghadiri peresmian. Diantaranya, Sri Wahyuni ​​menjabat sebagai Wakil Menteri Perindustrian dan Promosi Olahraga, dan Wakil Menteri Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga; Subroto, Kepala Dinas Keuangan dan Keluarga Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan dalam pidatonya bahwa ini dimulai dari kelompok seleksi, seluruh proses bertahap, dan upacara pelantikan terakhir dimulai hari ini. “” Pergerakan kami masih jauh di belakang negara lain. Ini adalah tugas kita semua. “Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja Anda,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga pada peresmian Wisma Kemenpora di Senayan, Jakarta. Tidak ada yang merasa bahwa seseorang merasa baik, tidak ada yang bisa menyelesaikan masalahnya. “Dia menambahkan.” Dapat menjawab ruang lingkup Departemen Olahraga Pemuda, “Departemen Pemuda dan Olahraga.” Saat ini, Departemen Olahraga Pemuda telah menerima banyak perhatian, tetapi saya mengatakan kepada teman-teman saya untuk tidak terlalu emosional. Kita harus bertindak secara bertanggung jawab. Merespon kinerja dan komitmen terhadap pekerjaan yang diselesaikan. Dengan ini masyarakat akan sangat jelas terlihat bahwa kita harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa “tata kelola Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah membaik,” ujarnya. “Lima program prioritas yang saya tetapkan harus berfungsi dengan baik. Jika tata kelola kita buruk, itu tidak akan mungkin. Tunjukkan kinerja kami kepada semua pejabat sehingga Kementerian Pemuda dan Olahraga mempertahankan sikap yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bertanggung jawab. Saya harap kantor itu bisa menjadi kebanggaan kami, “simpul Menpora.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *