Pengumuman keputusan empat menteri tentang panduan belajar selama pandemi

TRIBUNNEWS.COM-Mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, berbagai kontribusi pakar dan organisasi, serta evaluasi pelaksanaan empat menteri, pemerintah menyesuaikan keputusan bersama empat menteri. -Mengenai pelaksanaan pembelajaran di area selain merah dan oranye (yaitu di area kuning dan hijau), pemerintah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka melalui peraturan kebersihan yang ketat. – “Tugas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, pendidik, pendidik, keluarga dan masyarakat secara keseluruhan, serta memperhatikan tumbuh kembang peserta, siswa, dan kondisi psikososial dalam rangka memberikan layanan pendidikan pada COVID-19 Saat terjadi wabah, “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nad iem Anwar Makarim menjelaskan penyesuaian kebijakan pembelajaran saat pandemi COVID-19 dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Jumat (7/8/2020). “- — Bacaan: KPAI: Kemendikbud Belum Tegas Soal Darurat Teta Pkan -Untuk daerah jingga dan merah, satuan pembelajaran tatap muka dilarang mengajar dan melanjutkan belajar di rumah (BDR).

Berdasarkan data http://covid19.go.id tanggal 3 Agustus 2020, sekitar 57% siswa masih berada di area merah dan oranye, sedangkan sekitar 43% siswa berada di area kuning dan hijau.

Mendikbud menyampaikan bahwa keadaan pandemi COVID-19 tidak memungkinkan adanya kegiatan. Proses belajar mengajar dapat dilakukan secara normal.

Guna mencegah penyebaran, ratusan ribu sekolah telah ditutup, dan sekitar 68 juta siswa melakukan home learning Dalam kegiatannya, sekitar 4 juta guru terlibat dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.Ada beberapa kendala saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih fokus pada penyelesaian rencana tersebut. Di saat yang sama, tidak semua orang tua dapat melakukannya karena faktor tersebut. Harus bekerja atau mampu mendukung pembelajaran anak dan membantu anak mereka belajar di rumah sebaik-baiknya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan: “Ini dapat mengganggu kesehatan mental. “

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pemerintah telah mengeluarkan metode penyesuaian wilayah untuk pembelajaran tatap muka.

Baca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis kursus darurat untuk pembelajaran di tempat kerja sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *