Menteri Gus mempersiapkan PKTD untuk memprediksi pasca Covid-19

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar bersiap berharap desa merespons situasi ekonomi pasca pandemi Covid-19 berakhir.

Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan sisa dana desa atas nama Menteri Gus. Penyelamatnya mengakui, saat pandemi Covid-19, pelaksanaan PKTD saat ini sedang menurun. Uang tunai (BLT).

Dana Desa BLT digunakan untuk warga desa yang terkena dampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

“Kita bisa melakukan PKTD setelah epidemi. Karena kita juga harus memperhatikan bagaimana cara melaporkan wabah, status desa, status ekonomi masyarakat, dan BLT yayasan desa tinggal tiga bulan lagi mulai Juni.” Ia membahas secara online Dalam sambutannya pada konferensi tersebut, ia mengatakan di Universitas Palla Madina, Jakarta (Rabu (29/4/2020). — Menteri Gus menjelaskan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, setidaknya telah diadopsi tiga kebijakan strategis dana pedesaan. Yaitu Desa Tanggap Covid-19, BLT dan PKTD.

Dalam hal ini Desa Tanggap Covid-19 dikelola dari segi higiene, sedangkan BLT dan PKTD dikelola dalam aspek ekonomi masyarakat pedesaan. – – “Setelah kita bersatu, kita akan mengeluarkan pemberitahuan baru untuk menggunakan dana pedesaan untuk menanggulangi epidemi. Jika setelah wabah BLT menghilang, kita tidak lagi berbicara tentang ruang isolasi, kita tidak lagi berbicara tentang manipulasi, maka kita akan mempromosikan PKTD , jelasnya. Katanya,

PKTD sendiri sedang bekerja keras untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat miskin pedesaan, dan masyarakat miskin tersebut menerima upah secara langsung setiap hari.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, PKTD juga diharapkan dapat meningkatkan perdesaan. Daya beli daerah, lanjutnya, dalam proses pelaksanaan PKTD bagian gaji harus lebih tinggi yaitu tidak boleh kurang dari 80%, sedangkan 20% sisanya digunakan untuk bagian perangkat keras.

PKTD sendiri adalah anggota keluarga miskin, menganggur Prioritas bagi para penganggur dan setengah penganggur dan lain-lain. Masyarakat marjinal.

“PKTD bermacam-macam bentuknya. Misalnya di desa wisata, PKTD menggunakan metode PKTD untuk melakukan pembersihan dan pemeliharaan. Uang diambil dan tempat-tempat wisata dikembalikan lagi Menjadi cantik dan orang menghasilkan uang, “katanya. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *