Profesor Jipta yakin Kementerian Pertanian dapat mengelola produksi pangan dengan baik

TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Politik dan Ketahanan Pangan Indonesia Profesor Tjipta Lesmana mengatakan dengan terus terang optimis dengan kerja keras para petani dan pemerintah, dan mereka akan terus bekerja sama selama pandemi untuk memproduksi pangan guna memenuhi pasokan bahan pokok dan kebutuhan pangan. Puasa selama satu bulan. Sampai Idul Fitri.

Profesor Jiputa mengatakan jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerja sama untuk meningkatkan distribusi pangan, terutama bagi mereka yang berada di garis kemiskinan, maka kebutuhan pangan masyarakat miskin dapat berjalan dengan baik. Kebutuhan penduduk mencukupi. Kementerian Pertanian telah menyiapkan nasi, daging, telur, dan makanan lainnya. Tapi bagaimana dengan proses alokasi? Saya setuju ini perlu ditingkatkan, “kata Profesor Jiputa, Sabtu (05 / (02/2020). Menurutnya, penyakit perut tidak boleh dianggap remeh karena berdampak pada kekacauan sosial. Ia mengatakan bahwa bela kehidupan adalah naluri terkuat setiap orang, untuk itu perlu dilakukan pencatatan secara detail hingga sampai di tingkat desa. Hal ini harus dipikirkan secara utuh agar pemerintah pusat dan daerah dapat memahami rangkuman masing-masing daerah. Agar bisa segera didistribusikan. Ia menyimpulkan: “Tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah adalah harus siap menghadapi kemungkinan besar pandemi corona. Namun, saya kembali mendukung kerja kerasnya, terutama dalam penyediaan dan penyaluran rata-rata sembako. “Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan saat ini Kementerian Pertanian sedang meningkatkan jalur distribusi melalui kerja sama antara berbagai kementerian dan lembaga lain seperti Biro Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan. Blokade, tanpa saya, akan menghambat distribusi pangan. Namun, Menteri Pertanian memastikan bahwa 11 tanaman utama saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. 11 komoditas tersebut antara lain beras, daging, minyak, telur, bawang merah, paprika dan gula.

” Tidak semua orang dimintai keterangan karena pemerintah sudah menghitung keseimbangan cadangan pangan yang tersedia, pungkasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *