Johni Asadoma berharap bisa terus mengabdi pada tinju Indonesia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Johni Asadoma memang sudah tidak asing lagi dengan dunia tinju. Dia adalah mantan petinju Indonesia yang kuat di awal 1980-an.

Ketika dia menang sebagai atlet, dia sangat populer. 36 tahun kemudian, dia masih dikenal luas dalam olahraga, terutama tinju. — Karena dia terlibat penuh dalam olahraga tinju, dia juga menjabat sebagai polisi nasional, ini adalah karir yang cemerlang dalam karirnya.

Ketika karir tinju mencapai puncaknya, dia pensiun dari pesona seorang pemuda ketika dia baru berusia 19 tahun. Maju dengan berani dalam mengejar masa depan yang lebih baik.

Memutuskan untuk keluar dari dunia olahraga dan mencoba keberuntungan di dunia polisi. Fakta membuktikan bahwa keputusan itu benar, karena Johnny memilih masuk akademi kepolisian. Lulus dari Akademi Kepolisian, karirnya melambat namun terus menanjak. Saat ini, Johnny berhasil dipromosikan menjadi Kapolri atau jenderal bintang dua dengan posisi bergengsi, yaitu sebagai Direktur Departemen Hubungan Internasional Polri. — “Semua pencapaian saya dikaitkan dengan doa semua orang,” kata Johnny dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Senin (23 November 2020): “Bagaimana dengan seluruh dunia tinju? Karier tinju Johni Berawal dari usia 15 tahun, di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Johni mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi juara internasional. Ia hanya melatih dan hobi olah raga. – — Prestasinya secara nasional sangat elegan. Pada tahun 1982, Johnny berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Tinju Senior Nasional di Semarang dan medali emas pada Kejuaraan Tinju Senior / Pra-PON Lampung pada tahun 1984. Dia Ia juga meraih medali emas pada Piala Presiden ke-12 yang diadakan di Jakarta pada tahun 1984.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *