Bahkan jika Jakarta mengadopsi PSBB, area luar ruangan SUGBK tetap terbuka

Reporter Tribunnews.com Abdul Majid-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mulai pada hari Jumat (10 April 2020) Terapkan untuk status pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Anies mengatakan bahwa PSBB berlaku selama 14 tahun dan dapat diperpanjang.

PSBB akan melarang pembatasan kegiatan sosial, budaya dan agama, pembatasan transportasi dan kegiatan sekolah dan profesional. -Namun, Pusat Pengelolaan Bangunan Komprehensif Bung Karno (PPKGBK) masih membuka lingkaran bagi para atlet.

“Jika Anda khawatir tentang olahraga di masyarakat, termasuk yang dikecualikan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 9 Tahun 2020 tentang salah satu ketentuan arahan PSBB, dan dalam keputusan Menteri Kesehatan Untuk PSBB DKI, ada klausa tentang topik ini, jadi kami akan sepenuhnya mengikutinya, “kata Winarto Winarto, manajer umum PPK GBK, dan wartawan itu dihubungi, Rabu (2020/04/04). “Ini artinya selalu bisa dilakukan di tempat yang kosong. Interior bangunan tidak lagi diizinkan. Jika lingkungan luarnya bagus, masyarakat juga harus sehat, kalau tidak punya ruang. Jarak. Kalau tidak, kita akan berserakan. Ini Itu yang kami lakukan. Lalu, setiap pengguna jalan lingkar menggunakan topeng, “katanya.

Selain itu, Winarto juga menjelaskan bahwa para pedagang GBK telah ditutup sebagian.

“Tetapi kita perlu menyediakan layanan untuk menyelesaikan masalah, dll., Tetapi kita selalu menghormati jarak antara tubuh kita. Kalau tidak, kita juga akan mengutuk polisi Jakarta dan pemerintah provinsi untuk semua yang mereka lakukan. Mereka membantu kita menjaga tempat tinggal kita, “Dia berkata.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *