Pemasok Formula E harus melakukan studi kelayakan sebelum nama kompetisi

Tribunnews.com Reporter Laporan Abdul Majid-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Medan Medica Group Steering Committee Assistance Group menyatakan bahwa penyelenggara Formula E harus dilakukan sebelum kompetisi Formula E Studi kelayakan dan analisis masalah dampak lingkungan-Setelah pertemuan bantuan diadakan, Yayat Supriatna, anggota Kelompok Bantuan Pembangunan Daerah Independen Medan di gedung Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan dan Lingkungan, mengatakan (Rabu (5/3/2020)) dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan tim PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

“Selama pertemuan, kami menekankan bahwa sebelum perlombaan Formula Satu, penyelenggara harus melakukan studi kelayakan dan menganalisis dampaknya terhadap lingkungan,” Yayat mengumumkan kewajiban ini, yang didasarkan pada 11/2010 tentang warisan budaya Pasal 53 dan Pasal 86 UU No. 53 Pasal 1 (1) menetapkan perlindungan cagar budaya. Kekuatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil studi kelayakan dan dapat dipertimbangkan dari perspektif akademik, teknis, dan administratif.

Pasal 86 undang-undang menetapkan bahwa penggunaan yang dapat menyebabkan kerusakan harus dikompensasi. Sebelum melakukan studi dampak lingkungan, penelitian dan / atau analisis. — Anggota lain dari tim bantuan, Bambang Hero Saharjo, menambahkan bahwa komite pengarah belum menerima studi kelayakan tentang mengadakan Formula E atau merevitalisasi area Monas.

“Namun, sejauh yang kami tahu, kompetisi telah selesai.” Oleh karena itu, tim bantuan menekankan bahwa karena tidak ada studi kelayakan dan tidak ada studi dampak lingkungan, seperti implementasi Monas tidak boleh dilakukan. Persiapan seperti membuka dan merevitalisasi area, seperti menebang pohon. Grup Warisan Budaya Nasional bertanggung jawab. -Yayat mengatakan: “Tim warisan budaya nasional ini akan memutuskan apakah akan menyetujui pelaksanaan kompetisi Formula E dan revitalisasi monumen nasional.” Tim bantuan dari kelompok pengarah pembangunan daerah dari surat kabar Medan Independent, DKI Jakarta dan pemerintah provinsi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bertemu Komite.

Pertemuan ini terkait dengan kompetisi balap Formula E yang diadakan di daerah Monas dan proyek revitalisasi di daerah tersebut. Jakpro juga dipanggil untuk menyelenggarakan kompetisi mobil listrik.

Iwan Henry Wardhana, Menteri Kebudayaan saat ini dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan timnya. Pada saat yang sama, PT Jakarta Propertindo diwakili oleh Direktur Operasi Taufik dan tim implementasi Formula E (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *