PON 2020 Papua ditunda, Lifter Deni cukup beruntung menerima dana bantuan

Reporter Tribunnews.com, Abdul Majid (Abdul Majid) melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pekan Olahraga Nasional Papua 2020 (PON) telah secara resmi ditunda mulai 20 Oktober hingga 2 Oktober 2021 . Dalam pandemi Covid-19, ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan terbatas dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, panitia penyelenggara dan beberapa kementerian lainnya.

Penundaan PON 2020 Papua juga menyebabkan komentar, terutama untuk atlet yang telah mempersiapkan untuk waktu yang lama.

Salah satunya adalah Deni, seorang ahli angkat berat senior yang sekarang membela di Bangladesh.

Baca: Renovasi lengkap gedung RSCM di ruang HCU dan gedung PICU Kiara, khusus untuk pasien Covid-19 .— Baca: Dalam waktu dua bulan dari Corona dalam kasus yang sama di Indonesia: 24 dokter meninggal dari 10.000 kasus positif lainnya – Baca: 8 hari setelah operasi Ketupat, polisi memaksa 21.000 kendaraan untuk pulang ke rumah untuk memadamkan api – Deni adalah yang pertama Khawatir, karena keterlambatan PON dapat mempengaruhi pendapatan atlet karena pandemi Covid-19. Terutama ketika pandemi ini menyebabkan Pelatda berhenti bekerja.

“Sejujurnya, kalau untuk orang tua seperti saya, saya ingin cepat, karena lumayan. Kami realis dan punya bonus. Jika ditunda tahun depan, berarti saya bisa mendapatkannya tahun depan. Uang., ”Kata Teney saat dihubungi Tribunnews, Selasa (28/4/2020).

Lalu lintas (Keuangan) terutama karena sekarang sedang berjalan dan tiba-tiba korona, dan dipastikan semua KONI di Pengprov sudah menghentikan Pelatda. Inilah sebabnya dia terus menuntut atlet.

Tapi tidak apa-apa. Pemenang medali emas Asian Games 2019 Tenggara di Filipina telah diselamatkan oleh Irwan Alwi, presiden Yayasan Bangladesh untuk Pengentasan Kemiskinan (Pengprov PABBSI Bengkulu), dan dia sedang bersiap untuk memberinya gaji dalam enam bulan ke depan. Tempat atlet lain. PON 2020 ditunda karena pandemi Covid 19.

“Kalau kebetulan saya ditahan sementara oleh Pak Alwi pada waktu yang sama, saya akan cukup dekat dengannya. Saya tanya pak, karena korona ini, saya minta trainer saya keluar dulu enam bulan, baru dia bawa orangnya dulu Uangnya keluar ya, saya aman sekarang, “kata Danny. “Kerja, ya, mereka bisa memotong anggaran paling lambat. Karena itu, itu tergantung pada fleksibilitas masing-masing Pengprov relatif terhadap atlet”, jelasnya.

Selain itu, penundaan PON Papua 2020 juga akan dimaksimalkan Deni untuk meraih prestasi tertinggi. Target mereka yang tidak lagi tergabung dalam tim Pelasas adalah meraih medali emas 67kg.

“Di PON, saya adalah tujuan emas. Inysa Allah, Amin. Kelas 67kg adalah pesaing pelatihan nasional. Mulai sekarang, hanya atlet daerah yang akan menjadi atlet pelatihan nasional,” pungkasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *