IBL ditangkap, manajemen Louvre mulai mengatur perhitungan gaji pemain

Reporter Abdul Majid dari Tribunnews.com di Jakarta melaporkan bahwa pertandingan Jakarta-Indonesian Basketball League (IBL) terputus ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Setelah akhir liga, masalah baru telah muncul, terutama mengenai pembayaran gaji pemain.

Sebelumnya, Junas Miradiarsyah, direktur pengelola IBL, menyatakan bahwa ia membayar gaji langsung kepada manajemen, tetapi ia telah di bawah pengawasan IBL.

Mengenai masalah pembayaran upah, gaji para pemain adalah bahwa bos Louvre Surabaya, Eric Herlangga (Erick Herlangga) berencana untuk menyesuaikan kontrak pemain saat liga masih berhenti. “” Mengenai gaji pemain, saya memberi pemain pilihan. Karena force majeure, tentu saja saya tidak akan mengurangi gaji saya, tetapi saya akan membuat penyesuaian kontrak, “kata Eric kepada wartawan melalui aplikasi Zoom, Senin (13/4/2020). Menurut Eric, penyesuaian tangga lebih cocok untuk setiap bola basket. Pemain berhak atas haknya sendiri. Karena liga diperkirakan akan dimulai kembali pada bulan September 2020, sambil memeriksa perkembangan epidemi Covid-19.

“Misalnya, gaji A berasal dari Rp. 50 juta, saya memotong Rp 50%. 25 juta tetapi gaji B adalah Rp. Jika dikurangi menjadi Rp, itu adalah 5 juta. 2.5 juta. Apakah ini benar? Saya masih ingin merestrukturisasi kontrak dan membuat perubahan pada kontrak, tetapi tidak ada pengurangan gaji. Kontrak ditunda selama tiga bulan, “kata Eric.

Gaji yang diterima dari April hingga Juni diharapkan akan ditransfer dari Juli hingga Maret tahun depan. Namun, jika Anda tidak menginginkannya, dan pemain bersikeras membayar, bahkan jika tidak ada acara, Anda dapat mengatur pameran. Antara mereka yang gajinya UMR dan mereka yang Rp gajinya. 50 juta per bulan. Dia berkata: “Inilah yang selalu saya harapkan dari anak-anak.”

Seperti yang kita semua tahu, IBL 2020, yang berhenti Maret lalu, harus dilanjutkan pada Juni. Namun, mengingat situasi saat ini, IBL memutuskan untuk membatalkan penempatan pada bulan Juni.

IBL berencana untuk memulai permainan bergulir lagi pada bulan September untuk segera memasuki play-off.

Menurut klasifikasi dari seri keenam, klub-klub Robin yang berpartisipasi dalam play-off berada di peringkat 5 hingga 9, sementara para pemain peringkat 1 hingga 4 sedang menunggu empat play-off terbaik di perempat final.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *